Catatan Redaksi / Siapa Dalang Dibalik Hilangnya dr Mawardi, 5 Kapolda Berganti ”  Kasusnya Masih Misterius “

oleh -843 views

Catatan Redaksi / Siapa Dalang Dibalik Hilangnya dr Mawardi, 5 Kapolda Berganti  ” Kasusnya Masih Misterius “

Mataram ( bidikankamera.com )

Sudah empat tahun lebih kasus hilangnya dr Mawardi Hamry Direktur RSUP NTB ini  sejak tanggal 23 Maret 2016. Sudah empat tahun berlalu, dokter ini masih misterius, belum ditemukan , malahan sudah lima Kapolda berganti, namun hingga kini kasus hilangnya dr Mawardi masih misterius dan  menyisahkan masalah.

dr Mawardi Hamry adalah pimpinan Rumah Sakit Provinsi NTB. Malam itu, 26 Maret 2016, ia dijemput seorang tak dikenal di kediamannya. Satpam rumah mengira penjemput itu adalah rekan Mawardi. Ia tidak menaruh curiga.

Namun, malam itu ternyata kali terakhir ia melihat sang majikan. Mawardi pergi dan tak pernah pulang. Hingga sekarang hingga awal tahun 2020 dibarengi dengan pergantian Kapolda dari Irjen Polisi Nana Sujana ke  Irjen Pol. Drs. Tomsi Tohir Balaw, M.Si. Hingga kini keberadaan dr Mawardi belum juga terungkap dan  siapa dalang dibalik hilangnya dr Mawardi.

Seperti diketahui bersama,  banyak pihak yang telah mengupayakan agar kepala rumah sakit itu kembali. Mulai dari keluarga, kepolisian, pemerintah daerah hingga Komnas HAM. Hasil pencarian yang dilakukan nihil. Polisi adalah pihak yang paling merasa bersalah atas kejadian ini. Kapolda NTB sudah lima kali berganti sejak tahun 2016. Masing-masing Kapolda berjanji untuk menuntaskan kasus ini dalam pidato pelantikannya. Namun, upayanya tak membuahkan hasil.

Saat itu,  Kapolda NTB, Brigjen (Pol) Achmad Juri, yang dilantik April 2018 dalam sesi serah terima jabatan berjanji melanjutkan pencarian Dokter Mawardi dan akan serius menangani misteri kehilangannya. Hal itu disampaikan Achmad Juri sebagai komitmennya terhadap kasus ini, karena pencarian Mawardi sempat dihentikan dikarenakan tidak adanya bukti baru,begitu juga Irjen Pol Nana Sujana berjanji menuntaskan hilangnya dr Mawardi.

Penuntasan kasus ini bagi Tim Redaksi sangat ganjil. Bagaimana mungkin polisi yang memiliki alat super canggih untuk melacak keberadaan teroris dan gembongnya tidak bisa mengetahui keberadaan seorang pejabat bernama Mawardi? Kasus ini amat kecil bagi pihak kepolisian. Terlebih riwayat transaksi rekening bank Mawardi terlacak pernah melakukan penarikan tunai dua hari setelah dijemput seseorang di rumahnya.

Akibat simpang siurnya informasi keberadaan Mawardi, banyak spekulasi yang muncul di tengah masyarakat. Ada yang mengatakan Mawardi disembunyikan di suatu desa di pedalaman Lombok Utara. Ada juga yang menyimpulkan kehilangan Mawardi berkaitan dengan proyek pembangunan RSU Provinsi NTB, hingga yang mengatakan Mawardi sengaja menghilangkan diri.

Asumsi-asumsi tersebut terus bermunculan. Pihak kepolisian yang diharapkan bisa memberikan kepastian kabar atau perkembangan penyidikan juga tidak bisa berbuat banyak. Dalam setiap jumpa pers Humas Polda NTB selalu berkelit kasus sedang ditangani, dalam proses, dan berbagai alasan abstrak lainnya.

Di NTB sudah banyak pihak yang berupaya menyelesaikan kasus ini. Akan tetapi, upaya mereka zonk. Kasus ini sudah seharusnya menjadi isu nasional. Perlu adanya penanganan secara massif dan lebih luas dari aparat kepolisian.

Kini kita berharap kepada Kapolda yang baru Irjen Pol Tomsi Tohir Balaw M. Si agar bisa mengungkap kasus siapa dalang dibalik hilangnya dr Mawardi yang masih misterius ini,  disamping itu pula Presiden Jokowi juga perlu turun tangan. Perhatiannya terhadap NTB jangan melulu soal investasi dan pembangunan. Jokowi harus tahu ada satu peristiwa kemanusiaan yang sejak empat tahun lalu belum dituntaskan di NTB. Dr. Mawardi adalah pejabat publik. Maka dari itu, tanggung jawab negara untuk menyelidiki dan memulangkan Mawardi. Jika memulangkan pejabatnya saja tidak mampu, jangan harap memulangkan warga sipil mampu negara lakukan.

Kepolisian Negara Republik Indonesia ini memiliki alat yang canggih dalam mengungkapkan sebuah kasus besar,  dan kita masih percaya,  sebagai contoh kasus Novel Baswedan Penyidik KPK yang disiram air keras selama 3 tahun baru terungkap siapa pelaku penyiraman,  ternyata adalah oknum anggota kepolisian,  begitu juga hilangnya dr Mawardi yang sudah empat tahun berjalan kini masih misterius, walau sudah Lima kali Kapolda diganti, sehingga persoalan ini menjadi PR besar bagi aparat kepolisian Polda NTB dan kita semua,  semoga saja Kepolisian dibawah kendali Irjen Pol Tomsi Tohir Balaw mampu mengungkap dimana dr Mawardi berada dan siapa dalang dibalik hilangnya dr tersebut ( Tim Redaksi)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *