Cegah Penyelundupan Ternak Ilegal,  Distanbunak KSB Himbau Ikuti Proses Aturan

oleh -522 views

Cegah Penyelundupan Ternak Ilegal,  Distanbunak KSB Himbau Ikuti Proses Aturan

Sumbawa Barat ( bidikkamera.com )

Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan ( Distanbunak ) Kabupaten Sumbawa Barat Melalui Kabid Peternakan J amilatun S.Pt meminta kepada seluruh pengusaha jual beli ternak yang berdomisili di KSB,  agar dalam melakukan pengiriman hewan ternak keluar daerah agar dilengkapi semua dokumen pengiriman agar tidak nenuai masalah.

Menurut  Jamilatun ,  dalam pengeluaran Dokumen ternak melalui Distanbunak pada dasarnya tidak dipungut biaya,  ini semua untuk memudahkan pengusaha dalam melakukan pengiriman ternak keluar daerah KSB.

untuk itu Kusmirin menjelaskan dalam mekanisme pengeluaran dokumen ijin pengiriman ternak tetap mengacu kepada PERATURAN GUBERNUR NTB NOMOR 25 TAHUN 2005 TENTANG PEDOMAN PEDOMAN ATAU PEMASUKAN TERNAK DAN BAHAN ASAL TERNAK DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT SERTA PERATURAN BUPATI SUMBAWA BARAT NOMOR 05 TAHUN 2015 TENTANG PENGENDALIAN PEMOTONGAN TERNAK RUMINANSIA BETINA PRODUKTIF DAN PENGELUARAN TERNAK POTONG.

Pengendalian ternak potong produktif adalah dalam upaya menjaga terjaganya populasi ternak serta mendorong peningkatan produksi dan produktifitas ternak Rumanansia di KSB.

Untuk mendorong Kesuksesan pengusahan pengiriman ternak kata Kusmirin,  dalam tata kelola pengeluaran hewan ternak ke luar daerah,  menurut AGUS, bahwa setiap orang yang akan mengeluarkan ternak dari kabupaten sumbawa barat ke luar daerah,  pada dasarnya harus memiliki ijin usaha pengiriman ternak antar kabupaten/pulau yang dikeluarkan oleh bupati Sumbawa Barat.

Dalam pengajuan Permohonan ijin usaha lanjut Jamilatun ,  pengusaha wajib memenuhi dan kelengkapan persyaratan administrasi dan ketentuan tekhnis diantaranya :

1. SURAT PERMOHONAN PERUSAHAAN

2. AKTA PENDIRIAN PERUSAHAAN ATAU TURUNANNYA

3. TANDA DAFTAR PERUSAHAAN

4. SURAT IJIN USAHA PERDAGANGAN

5. NOMOR POKOK WAJIB PAJAK

6. POTO COPI KTP DOMISILI KSB

7. SURAT KETERANGAN TEMPAT USAHA

8. MEMILIKI MODAL USAHA PENGIRIMAN TERNAK SEKURANG – KURANGNYA RP 75.000.000.- YANG DIBUKTIKAN DENGAN POTO COPY REKENING BANK DENGAN MELAMPIRKAN REKENING ASLI

” ternak yang akan dikirim harus memenuhi persyaratan tekhnis diantaranya jenis sapi dan kerbau potong jantan usia minimal 3 tahun dengan bobot 300 kg, kuda potong jantan minimal usia 3 tahun dan bobot 200 kg,  sedangkan untuk sapi dan kerbau betina  non produktif usia minimal 10 tahun  dan beranak 5 kali yang dinyatakan melalui surat keterangan hasil pemeriksaan oleh dokter hewan dalam kondisi sehat fisik ” Jelas Jamilatun

Kusmirin juga menjelaskan Standar Operasional Prosedur Pelaksanaan Kegiatan dalam proses mekanisme pengeluaran rekom pengiriman pertama -tama dilakukan adalah mengajukan permohonan melalui Kadistanbunak KSB, baru dilakukan verifikasi lapangan oleh petugas selanjutnya hewan ternak yang akan dikirim dikumpulkan di houlding ground., maka akan dilakukan pemeriksaan fisik ternak dan administrasi terhadap ternak,  setelah itu pengusaha mengajukan permohonan ijin pengeluaran ternak pada BPMPT PROV NTB,  Kepala BPMPT PROV NTB menerbitkan ijin pengeluaran sesuai persyaratan yang berlaku,  dasar tersebut BUPATI KSB MENGELUARKAN REKOM PENGELUARAN TERNAK UNTUK selanjutnya di serahkan ke Balai karantina hewan di poto tano untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan hewan ternak,  baru bisa dilakukan pengiriman ” terang Jamilatun

Untuk dikatahu jumlah populasi hewan ternak di KSB tahun 2018 kata Kusmirin adalah Sapi Jantan 19.065 ekor, betina 49.153 ekor,  untuk kerbau Jantan 3.521 ekor dan betina 11.854 ekor sementara kuda jantan 1.701 ekor dan betina 6.440 ekor,  dilihat dari tingkat populasi ternak di KSB KATA Kusmirin,  dalam menghadapi Idul Adha KSB tidak kekurangan stok daging.  (ADVERTORIAL / edi chandra)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *