Kapolres Sumbawa Perintahkan “Tembak Di Tempat” Kepada Debt Collector Yang Rampas Kendaraan Di Jalanan

oleh -10.286 views

Kapolres Sumbawa Perintahkan “Tembak Di Tempat” Kepada Debt Collector Yang Rampas Kendaraan Di Jalanan

sumbawa besar (bidikankamera.com)

Ini nomor pengaduan POLISI SUMBAWA APABILA ADA PERAMPASAN KENDARAAN OLEH DEBT COLEKTOR

Aksi debt collector yang sering merampas kendaraan di jalan,  sangat meresahkan warga menjadi sorotan pihak kepolisian.

Di beberapa daerah, pihak kepolisian sudah mengultimatum para debt collector jika sembarangan merampas kendaraan dari kreditur akan ditembak di tempat.

Perampasan motor di jalan oleh debt collector sangat meresahkan masyarakat, terkait hal tersebut, pihak kepolisian Resort Sumbawa melaksanakan kegiatan Silaturrahmi dengan Tokoh-tokoh masyarakat Sumbawa dalam rangka Sosialisasi tentang pencegahan Praktek Debt Collector, Rabu (28/08/2019) di Jl. Lintas Sumbawa – Bima.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Sumbawa DRS H. Mahmud Abdullah, Kapolres Sumbawa AKBP Tunggul Sinatrio, S. Ik, MH, Dandim 1607/Sumbawa Letkol (Inf) Samsul Huda SE M.Sc, Ketua DPRD Sumbawa Abdul Rafiq, SH beserta Anggota DPRD, para Polwan Polres Sumbawa, para tokoh Agama, tokoh Masyarakat, dan tokoh pemuda Kab. Sumbawa.

Pada kesempatan itu, wakil Bupati Sumbawa DRS H. Mahmud Abdullah menyampaikan Bahwa banyak komplin dan aduan adanya debt collector yang meresahkan masyarakat Sumbawa.

“Dengan turunnya kita bersama-sama seperti ini maka akan membuat para debt collector ini tidak meresahkan kembali masyarakat kita”, ucap Wabup.

Menurut H. Mo sapaan Mahmud Abdullah, banyaknya keluhan masyarakat adanya oknum dari debt collector yang tidak manusiawi saat melaksanakan pencabutan kendaraan yang menunggak pembayaran.

“kami mengharapkan situasi keamaanan Kab. Sumbawa ini dapat kita jaga dan kita berhasil mencegah adanya oknum-oknum yang melalakukan praktek debt collector”, harap Wabup.

Di tempat yang sama, Kapolres Sumbawa AKBP Tunggul Sinatrio S.IK MH
mengajak pemerintah daerah, para tokoh masyarakat, serta seluruh kalangan untuk turun di tempat ini karena menjadi TKP praktek Debt Collector.

Kami memberikan senjata kepada masyarakat seputaran Jl. Lintas Sumbawa-Bima ini yaitu berupa nomer HP Polres Sumbawa yang dapat dihubungi sehingga Kepolisian dapat melakukan tindakan terhadap praktek Debt Collector tersebut.

“Saya bertanggungjawab untuk kemanana masyarakat Kab. Sumbawa dari praktek Debt Collector”, tegas Kapolres.

Dikatakan Kapolres, pihaknya memberikan senjata kepada masyarakat seputaran Jl. Lintas Sumbawa-Bima ini yaitu berupa nomer HP Polres Sumbawa yang dapat dihubungi sehingga Kepolisian dapat melakukan tindakan terhadap praktek Debt Collector, tukasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kab. Sumbawa A. Rafik SH meminta agar dipetakan titik-titik adanya debt collector, pihaknya menawarkan bantuan untuk memetakan zonasi per wilayah di Kab. Sumbawa. mengingat, di semua wilayah di Kab. Sumbawa telah diketahui adanya praktek debt collector yang cukup meresahkan masyarakat Kab. Sumbawa.

“kami memberikan apresiasi kepada bapak Kapolres sumbawa yang telah menginisiasi kegiatan ini dan kita semua mengharapkan tidak ada lagi Praktek Debt Collector di Kab. Sumbawa”, ujar Rafik.

Secara terpisah, Kapolres Sumbawa AKBP Tunggul Sinatrio S.IK MH yang ditemui bidikankamera.com menegaskan pihaknya memerintahkan seluruh anggotanya untuk menembak di tempat debt collector (DC) yang kedapatan merampas kendaraan kreditan warga di jalanan. Tindakan tegas ini guna memberikan kenyamanan terhadap para nasabah leasing, ujarnya.

Menurut Kapolres, secara aturan perampasan motor dengan dalih pihak leasing bahwa nasabahnya telat bayar angsuran, kemudian menggunakan jasa debt collector untuk mengambil motor sangat tidak benar. Debt collector yang merampas motor langsung dari warga dianggap sebagai perbuatan pidana yakni tindakan pencurian dengan kekerasan, tegas perwira santun ini.

Langkah tegas ini pun, kata Kapolres, setelah pihaknya mendapatkan banyak aduan dari masyarakat tentang tindakan semena-mena debt collector di jalanan. Perilaku para perampas motor leasing ini sudah meresahkan warga.

“ini tindak pidana, perilaku premanisme, dan melanggar hukum. saya sudah perintahkan anggota jika debt collector kedapatan merampas kendaraan di jalanan agar tembak di tempat”, tandasnya. (jim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *