Sinyal Seluler Telkomsel Hilang,  Dikeluhkan Oleh Pengunjung RSUD ASS-SYIFA KSB

oleh -115 views

Sinyal Seluler Telkomsel Hilang,  Dikeluhkan Oleh Pengunjung RSUD ASS-SYIFA KSB

 

Sumbawa Barat ( bidikankamera.com )

Pelanggan Telokomsel di Area RSUD AS-SYIFA Kabupaten Sumbawa Barat sudah sebulan ini mengeluhkan lambannya penanganan jaringan yang dilakukan perusahaan. Dilaporkan signal Telkomsel hilang sudah sebulan, hal tersebut diakibatkan disegelnya menara Telkomsel yang berlokasi di samping selatan Area SPBU Tana Mira oleh Dinas Tata Ruang dikarenakan menara tersebut tidak menyalahi prosedur Tata Ruang alias tidak berijin. 

Imbas dari hal tersebut,  membuat 80 % pengunjung RSUD ASS-SYIFA maupun karyawan rumah sakit tersebut adalah pengguna Kartu Terkomsel sangat kesulitan berkomukasi, hal tersebut sangat disayangkan oleh Widya pengunjung RSUD AS-SYIFA ,

” benar pak,  sudah sebulan lebih,  kami pengguna kartu prabayar Telkomsel sudah tidak bisa berkomukasi di area rumah sakit,  sehingga komunikasi dengan dengan pihak keluarga pasien maupun dokter sangat kesulitan, sehingga dengan terpaksa mengalihkan kartu prabayar melalui jaringan XL,  padahal 80 % pengungjung RSUD ASS-SYIFA maupun Dokternya di rumah sakit tersebut pengguna jaringan Telkomsel ” kata Widya yang dibenarkan oleh pengunjung lainnya.

Andi Suhairi ST, kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan  RSUD ASS – SYIFA juga mengeluhkan pelayanan pihak Telkomsel, karena sudah hampir satu bulan sinyal telepon seluler di Area Rumah Sakit hilang, tapi tak kunjung dilakukan perbaikan.

“Sudah sekira satu bulan sinyal Telkomsel disini hilang, sehingga para keluarga pasien dan pengunjung Rumah Sakit pengguna telepon seluler kesulitan berkomunikasi,” keluh  Andi Suhairi pada bidikankamera.com senin ( 13/01-2020 )

Disampaikan Andi,  pengunjung rumah sakit  maupun staf yang ingin berkomunikasi dan mengakses internet terpaksa mencari tempat yang agak tinggi  dan harus keluar ruangan untuk mendapatkan sinyal dari tower yang  terdekat, itu pun dengan sinyal minim dan hilang timbul.

“Kami tentu saja kecewa dengan lambannya penanganan kerusakan peralatan tower yang dilakukan oleh pihak Telkomsel, karena komunikasi pengguna telepon seluler menjadi terganggu,” keluhnya.

Unttuk itu,  Andi  minta pihak Telkomsel segera membangun kembali  tower  yang disepakati oleh Dinas Tata Ruang , karena ini menyangkut pelayanan dan mengganggu akses komunikasi pelanggannya,” ujar Andi

Hilangnya sinyal Telkomsel sebagi pelanggan setia  provider jaringan telekomunikasi di area RSUD ini juga dikeluhkan warga yang bermukim di area Rumah Sakit, karena mereka tidak bisa menghubungi teman atan keluarganya di kampung.

“Saya kesulitan untuk menghubungi keluarga di kampung, kecuali menunggu mereka menghubungi saya,” keluh Anto, warga  Tanah Mirah.

Padahal, mereka sangat memerlukan akses informasi bagi keluarganya di kampung dan urusan lain yang penting. Permasalaha ini harus segera menjadi perhatian pihak Telkomsel, karena menyangkut pelayanan dan kenyamanan pelanggannya di daerah ini.

Sementara Kepala Dinas Kominfo Burhanudin MM saat dikonfirmasi media ini mengatakan , hilangnya sinyal telkomsel diarea tersebut,  dikarenakan pihak Tata Ruang melakukan penyegelan karena provider tower yang ada di belakan SPBU Tanah Mira tersebut karena tidak memiliki ijin,  ” kami dari kominfo telah memberikan solusi kepada pihak PT Telkomsel untuk membangun di wilayah Terminal Tanah Mira supaya jangan terjadi Blenk Out di daerah Pakirum maupun rumah sakit ” kata Burhanudin

Burhanudin juga mengatakan hingga saat ini Kabupaten sumbawa barat belum  memiliki  Perda bersama terkait penggunaan tower bersama,

” kami dari kominfo masih membutuhkan ratusan jaringan komusi seluler baik itu XL,  Telkomsel maupun IM3 , karena hingga saat ini belum dilakukan pembuatan Perda Bersama,  sehingga tidak  membatasi jumlah tower ” kata Burhanudin

Untuk itu,  Burhanudin berharap kepada PT Telkomsel untuk segera mencari tempat bangunan Tower yang  tidak melanggar Tata Ruang,  disarankan di belakan  pasar atau terminal tanah mira ( edi Chandra)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *